dewabenny weblog

–My Second Home–

Seputar Dunia SKIZOFRENIA

Skizofrenia berasal dari dua kata, yaitu “Skizo” yang artinya retak atau pecah (split), dan :frenia: yang artinya jiwa. dengan demikian seseorang yang menderita skizofrenia adalah seseorang yang mengalami keretakan jiwa atau keretakan kepribadian.

Dewasa ini ilmu kedokteran mengalami kemajuan yang pesat dengan diketemukannya mekanisme terjadinya skizofrenia dan obat-obatab anti-skizofrenia, sehingga penderita skizofrenia dapat pulih dan dapat kembali menjalani kehidupan yang normal

Gejala Skizofrenia
Skizofrenia memiliki berbagai tanda dan gejala. kombinasi kejadian dan tingkat keparahan pun berbeda-beda berdasarkan individu masing-masing. gejala skizofrenia dapat terjadi kapan saja. gejala pada pria biasanya timbul pada akhir masa kanak-kanak atau awal usia 20-an, sedangkan pada wanita pada usia 20-an atau awal 30-an

Skizofrenia dapat mempengaruhi cara berpikir, perasaaan dan tingkah laku. Dokter membedakan gejala skizofrenia dalam tiga kategori berikut:

Gejala Positif

  • Delusi/waham, yaitu keyakinan yang tidak masuk akal. Contohnya berpikir bahwa dia selalu diawasi lewat televisi, berkeyakinan bahwa dia orang terkenal, berkeyakinan bahwa radio atau televisi memberi pesan-pesan tertentu, memiliki keyakinan agama yang berlebihan
  • Halusinasi, yaitu mendengar, melihat, merasakan , mencium sesuatu yang sebenarnya tidak ada. sebagian penderita, mendengar suara/bisikan bersifat menghibur atau tidak menakutkan, sedangkan lainnya mungkin menganggap suara/bisikan tersebut bersifat negatif/buruk atau memberikan perintah tertentu.
  • Pikiran Paranoid, yaitu kecurigaan yang berlebihan. Contohnya merasa ada seseorang yang berkomplot melaean, mencoba mencelakai atau mengikuti. percaya ada mahluk asing yang mengikuti dan yakin dirinya diculik/dibawa ke planet lain.

Gejala Negatif

  • Motivasi rendah (low motivation). Penderita akan kehilangan ketertarikan pada semua aspek kehidupan. energinya terkuras sehingga mengalami kesulitan melakukan hal-hal yang biasa dilakukan, misalnya bangun tidur akan membersihkan rumah
  • Menarik diri dari masyarakat (Social withdrawal). Penderita akan kehilangan ketertarikan untuk berteman, lebih suka menghabiskan waktu sendirian dan merasa terisolasi.

Gejala Kognitif

  • Mengalami problema dengan perhatian dan ingatan. Pikiran mudah kacau sehingga tidak bisa mendengarkan musik/menonton televisi lebih dari beberapa menit. Sulit mengingat sesuatu, seperti daftar belanjaan.
  • Tidak dapat berkonsentrasi, sehingga sulit membaca, menonton televisi dari awal hingga selesai, sulit mengingat/mempelajari sesuatu yang baru.
  • Miskin perbendaharaan kata dan proses berpikir yang lambat. Misalnya saat mengatakan sesuatu dan lupa apa yang telah diucapkan, perlu usaha keras untuk melakukannya.

Bagaimana Gejala-gejala Skizofrenia Terjadi??

Skizofrenia merupan penyakit yang mempengaruhi otak. Pada otak terjasi proses penyampaian pesan secara kimiawi (neutotranmiter) yang akan meneruskan pesan sekitar otak.

pada penderita skizofrenia, produksi neutrnsmiter dopamin berlebihan, sedangkan kadar dopamin pada bagian lain dari otak terlalu sedikit. dopamin tersebut berperan penting pada perasaan senang dan pengalaman mood yang berbeda. Bila kadar dopamin tidak seimbang (berlebihan atau kurang) penderita dapat mengalami gejala positif atau negatif.

Penyebab ketidakseimbangan dopamin ini masih belum diketahui atau dimengerti sepenuhnya. Pada kenyataannya, awal terjadinya skizofrenia kemungkinan disebabkan oleh kombinasi faktor-faktor tersebut.

Faktor Penyebab Skizofrenia

faktor-faktor yang mungkin dapat mempengaruhi terjadinya skizofrenia, antara lain : sejarah keluarga, tumbuh kembang ditengah-tengah kota, penyalahgunaan obat seperti amphetamine , stres yang berlebihan dan komplikasi kehamilan.

Bagaimana Mengatasi Gejala Skizofrenia??

Ada beberapa langkah yang dapat membantu mengatasi gejala skizofrenia, antara lain belajar menanggulangi stres, pikiran negatif, belajar rileks, dan tidak menggunakan alkohol ataupun obat-obatan tanpa sepengetahuan dokter serta segera berkonsultasi ke dokter/psikiater bila timbul gejala-gejala seperti yang disebutkan diatas.

  • Bantuan dari orang-orang terdekat
  1. pada skizofrenia fase aktif, penderita mudah terpukul oleh problema yang sederhana sekalipun. kurangi pemberian tanggung jawab agar tidak membebani penderita dan mengurangi stres jangka ppendek. tetapi dengan mengambil semua tanggung jawabnya, akan menimbulkan ketergantungan dan problema di kemudian hari
  2. penderita skizofrenia mungkin menggunakan kata-kata yang tidak masuk akal/ agar lebih memahami, cobalah berkomunikasi dengan cara lain dan mengajak melakukan aktivitas bersama-sama seperti mendengarkan musik, melukis, menonton televisi, atau menunjukkan perhatian tanpa harus bercakap-cakap
  3. Jangan membicarakan penderita jika penderita skizofrenia tidak ada. penderita skizofrenia biasanya perhatian (sensitif dengan apa yang terjadi di sekitarnya.

Apakah Skizofrenia Dapat disembuhkan?

Sesungguhnya tiga dari empat penderita skizofrenia dapat mengalami perbaikan yang bermakna atau pulih dengan baik  dan dapat melakukan aktivitas sehari-hari secara normal, tetapi sembuh atau tidaknya belum dapat diketaui. satu-satunya jalan untuk mengendalikan adalah dengan pemberian obat antipsikotik yang dikombinasikan dengan terapi pendukung (tanpa obat-obatan)

  • Pengobatan dengan Antipsikotik

Obat antipsikotik banyak beredar di pasaran yang diresepkan oleh dokter. meskipun efektif mengatasi gejala-gejala skizofrenia, obat ini menimbulkan berbagai efek samping seperti : kekakuan otot, gerakan kaku seperti robot, mengantuk, sindroma metabolik seperti peningkatan berat badan (kegemukan), diabetes melitus, meningkatnya hormon prolaktin dalam darah sehingga menyebabkan gangguan seksual, amenorea (tidak haid), galaktorea (keluarnya air susu), ginekomastia (membesarnya payudara pada pria), yang sudah tentu akan sangat mengganggu pada wanita lajang atau pria.

Sindroma metabolik juga dapat menyebabkan gangguan pembuluh darah dan jantung. Sebaiknya sebelum memberikan antipsikotik perlu dilakukan pemeriksaan darah secara teratur untuk menghindari kejadian tersebut.

Antipsikotik generasi terbaru bekerja dengan menstabilkan penyampaian pesan melalui dopamin, tidak bekerja memblokir total dopamin seperti halnya antipsikotik yang lain. obat ini sipercaya akan mengurangi atau mengatasi gejala-gejala skizofrenia – positif, negatif, dan memperbaiki kognitif – dengan efek samping yang dapat ditoleransi lebih baik dibandingkan antipsikotik sebelumnya. jadi dengan pemberian generasi terbaru ini, efek samping obat antipsikotik sebelumnya dapat dihindari dan kualitas hidup pasien akan membaik serta dapat kembali ke kehidupan yang normal.

Terapi Pendukung dan Psikoterapi

Terapi pendukung  biasanya dikombinasi dengan obat antipsikotik guna membantu menurunkan atau mengatasi gejala skizofrenia, mencegah kekambuhan, membantu pasien tetap berobat dan membantu pasien kembali ke kehidupan yang normal.

Walau tidak meyembuhkan, psikoterapi dapat membantu pasien mengatasi gejala-gejala spesifik, seperti : anxietas (kecemasan), panik, fobia, gangguan hubungan antar manusia, dan gangguan psikologi seksual.

Pengobatan berkemungkinan juga dapat membantu pasien melihat kenyataan bahwa dia menderita skizofrenia dan perlu mematuhi pengobatan yang dilakukan atau dianjurkan oleh dokter. Psikoteraoi ini dapat dilakukan baik pada individu atau anak-anak, maupun dengan pasangan, keluarga tau berkelompok.

Referensi :

Seputar Dunia Skizofrenia, Otsuka Indonesia (2006)

Related Article

Tagged as: , , ,

3 Comments

  1. Mmh.saya tidak tahu apa comment bisa saya jadikan tempat untuk bertanya.
    teman saya,suka berbicara sendiri dan berhalusinasi tingkat tinggi.Saya yakin bahwa teman saya termasuk orang yang jenius dan cerdas.Nilai-nilainya tidak perlu diragukan lagi.tapi kebiasaannya berbohong,membaut saya curiga.mungkinkah dia penderita skizofrenyia??
    walau ia sudah ditegur oleh teman-teman saya,tetapi hal itu tidak membuat dia berubah.apakah dia memiliki dunia khayalannya sendiri?/jika disebut kepribadian ganda.saya yakin tidak.tukang berbohong?tetapi kebohongannya itu bodoh sekali.bercerita akan sesuatu yang kita juga mengalaminya.jadi sudah tahulah itu pasti bohong.dengan kecerdasannya seperti itu…tidak mungkin

Trackbacks

  1. RS Jiwa Penuh Setelah Pemilu Legislatif ? | dewabenny weblog

Leave a Response

CommentLuv Enabled
Bloggerian Top Hits blog-indonesia.com Yuk.Ngeblog.web.id Powered by  MyPagerank.Net Add to Technorati Favorites 100 Blog Indonesia Terbaik Photobucket
Blog Kisara Komunitas Blogger Bali Internet Sehat
eXTReMe Tracker