Hari Raya Nyepi – Tahun Baru Caka
Posted by dewabenny on 3/26/09 • Categorized as Hindu
Hari ini bertepatan dengan peringatan Hari Raya Umat Hindu atau Hari raya Nyepi. Memperingati tahun baru Caka yang dirayakan setiap tahunnya, tahun ini adalah yang ke 1931, kira-kira berselisih 78 tahun dengan Tahun Baru Masehi yang biasa diperingati setiap tanggal 1 Januari. Perhitungannya menggunkan kalender tahun Caka yang terdiri dari 12 sasih/bulan dimana rata-rata setiap bulannya ada30 hari, menggunakan sistem luni-solar berdasarkan perputaran matahari.
Peringatan Tahun Baru Yang Unik
Peringatan Tahun Baru Caka memiliki keunikan tersediri, umat Hindu Nusantara merayakan Tahun Baru Caka dengan cara sepi yang selanjutnya bernama ” Nyepi “, sedangkan bagi orang-orang di luar umat hindu nusantara mereka merakan Tahun Baru dengan kemeriahan, suasana yang ramai, hingar-bingar. Nyepi dalam hal ini membuat suasana menjadi sepi yaitu dengan melakukan Catur Berata Penyepian yaitu:
- Amati Karya –> Tanpa kegiatan atau tidak bekerja
- Amati Gni –> Tidak menyalakan api
- Amati Lelungaan –> Tidak melakukan perjalanan ke luar rumah
- Amati Lelanguan –> Tidak ada hiburan
Rangkaian Hari Raya Nyepi
Peringatan tahun Saka di Indonesia dilakukan dengan cara Nyepi (Sipeng) selama 24 jam dan ada rangkaian acaranya antara lain :
- Upacara melasti, mekiyis dan melis. Intinya adalah penyucian bhuana alit (diri kita masing-masing) dan bhuana Agung atau alam semesta ini. Dilakukan di sumber air suci kelebutan, campuan, patirtan dan segara. Tapi yang paling banyak dilakukan adalah di segara karena.sekalian untuk nunas tirtha amerta (tirtha yang memberi kehidupan) ngamet sarining amerta ring telenging segara. Dalam Rg Weda II. 35.3 dinyatakan Apam napatam paritasthur apah (Air yang murni baik dan mata air maupun dan laut, mempunyai kekuatan yang menyucikan).
- Menghaturkan bhakti/pemujaan di Balai Agung atau Pura Desa di setiap desa pakraman, setelah kembali dari mekiyis.
- Tawur Agung/mecaru di setiap catus pata (perempatan) desa/pemukiman, lambang menjaga keseimbangan. Keseimbangan buana alit, buana agung, keseimbangan Dewa, manusia Bhuta, sekaligus merubah kekuatan bhuta menjadi div/dewa (nyomiang bhuta) yang diharapkan dapat memberi kedamaian, kesejahteraan dan kerahayuan jagat (bhuana agung bhuana alit). Dilanjutkan pula dengan acara ngerupuk/mebuu-buu di setiap rumah tangga, guna membersihkan lingkungan dari pengaruh bhutakala. Belakangan acara ngerupuk disertai juga dengan ogoh-ogoh (symbol bhutakala) sebagai kreativitas seni dan gelar budaya serta simbolisasi bhutakala yang akan disomyakan. (Namun terkadang sifat bhutanya masih tersisa pada orangnya).
- Nyepi (Sipeng) dilakukan dengan melaksanakan catur brata penyepian (amati karya, amati geni, amati lelungan dan amati lelanguan).
- Ngembak Geni. Mulai dengan aktivitas baru yang didahului dengan mesima krama di lingkungan keluarga, warga terdekat (tetangga) dan dalam ruang yang lebih luas diadakan acara Dharma Santi seperti saat ini.
Sumber : Parisada.org
Makna Hari Raya Nyepi
Hari Raya Nyepi memiliki makna yang sangat luas. Tidak hanya memperingati sebuah hari hanya dalam keadaan sepi tetapi jauh lebih dalam dari pada itu.
Nyepi bukanlah dimaksudkan untuk menciptakan kesepian, sepi dalam arti harfiah hanya berada dalam tataran material bukan dalam tataran spirit dan religi…
Nyepi adalah filosofi pengakuan akan adanya DIRI, DIRI yang hanya bisa dilihat dalam cermin kejernihan hati dan kesucian jiwa…
Kejernihan hati terkadang hanya bisa dilihat ketika kesepian ada di sekeliling kita, dengan sepi akan muncul lentera-lentera hati yang mungkin hanya bagaikan setitik cahaya di ujung sebuah lorong kehidupan..
Nyepi mengajarkan kita untuk melihat hal ini, melihat sesuatu yang abstrak yang bagi sebagian orang di luar jangkauannya..Mungkin Nyepi seharusnya bukan hanya sekali setahun, tapi perlu setiap hari agar kita memiliki kemampuan “melihat” sehingga mampu menjawab pertanyaan “siapakah saya”
Sumber tautan lainnya :
- Ida Pandita Nabe Sri Bhagawan Dwija Warsa Nawa Sandhi. Makna Nyepi dan Pengembangan Kebersamaan Umat
- Drs. I Gusti Made Ngurah, M.Si. Sejarah singkat Tahun Baru Saka (Nyepi)
- Wikipedia Indonesia : Kalender Saka, Kalender Bali, Nyepi
- Wayan Agus Eka : Bukan Hanya Sekedar Sepi
Related Article
- September 15, 2008 -- Pelantikan dan Lafal Sumpah Dokter (6)













wah..wah..wah..
Ternyata makna perayaan Nyepi sangat dalam ya…bukan cuma sekedar matiin lampu aja…
Bener banget, bukan hanya sekedar matiin lampu tapi lebih kepada sebuah pengendalian diri terhadap hawa nafsu dan rangsangan panca indra…
sa
ya ogoh-ogohnya…