Hal-hal yang perlu diperhatikan pada Peresepan AINS (Anti Inflamasi Non Steroid ; NSAIDs)
Anti Inflamasi Non Steroid (AINS) digunakan secara umum dan luas oleh kalangan medis, tetapi memiliki risiko yang berhubungan dengan pemakaiannya, termasuk perdarahan traktus gastronintestinal bagian atas yang signifikan. Kelompok yang termasuk berisiko tinggi adalah orang tua atau geriatri, seseorang yang mengkonsumsi antikoagulan, dan orang dengan riwayat perdarahan traktus gastrointestinal atas yang berhubungan dengan AINS. Walaupun aspirin bersifat kardioprotektif, AINS lainnya dapat memperburuk penyakit gagal jantung kongestif, dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah, dan dihubungkan dengan kejadian kardiovaskular yang berat, seperti infark dan iskemia miokard. Penghambat Cyclooxygenase-2 telah dihubungkan dengan peningkatan risiko darin infark miokard; bagaimanapun, hanya Colecoxib yang merupakan penghambat cyclooxygenase yang masih tersedia di Amerika Serikat, dan tampaknya lebih aman dibanding yang lainnya. Kerusakan hati oleh karean AINS jarang terjadi, tetapi obat ini seharusnya tidak digunakan pada penderia dengan penyakit sirosis hepatis karena adannya masalah perdarahan dan lebih mungkin pada penderita gafal ginjal. Perlu perhatian pada pemberian AINS pada seseorang yang mengkonsumsi anticoagulan dan dengan disfungsi platelet, ataupun diberikan sesaan sebelum dilakukan tindakan operasi. Efek potensial bisa terjadi pada sistem saraf pusat seperti meningitis aseptis, psikosis, dan tinnitus. AINS juga bisa mencetuskan Kejadian Asma.Walaupun sebagian besar AINS aman diberikan pada kehamilan, sebaiknya dihindari pemberiannya pada enam sampai delapan minggu terakshir dari kehamilan untuk mencegah kehamilan yang prolong akibat dari terhambatnya sintesis prostaglandin, penutupan duktus arteriosus yang prematur, dan komplikasi dari aktivitas platelet terhadapa ibu dan janin. Ibuprofen, Indomethacin, dan naproxen aman diberikan pada wanita menyusui.Pemberian informasi yang benar kepada orang tua perlu diperhatikan untuk mencegah overdosis AINS akibat kurangnya pengetahuan orang tua terhadap dosis obat yang tepat dan tempat penyimpanan obat yang aman jauh dari jangkauan anak-anak.
Anti Inflamasi Non Steroid (AINS ; NSAID) umum digunakan untuk mengobati peradangan / inflamasi, nyeri, dan demam dengan menghambat sintesis prostaglandin melalui blokade enzim siklooksigenase (COX). Masih sedikit penelitian yang mendukung mengenai efektivitas terapi nyeri ketika dibandingkan dengan semua AINS. Aspirin digunakan pencegahan primer dan sekunder dari penyakit jantung koroner, stroke, dan beberapa kanker kolorektal. AINS non-selektif menghambat kedua bentuk dari COX (COX-1 dan COX-2). Cox-2 juga dihambat oleh AINS selektif. Semua AINS non-selektif menghambat agregasi platelet melalui penghambatan jalur COX-1 dan Tromboxane A2 (TXA2). Aspirin memiliki sifat unik dibandingkan dengan yang lain karena berikatan secara irreversibel dan konvalen dengan enzim COX yang bertangngung jawab untuk mediasi agregasi platelet, dan berlangsung selama umur hidup platelet ( 8 – 12 hari). Penghambat COX-2 memiliki efek antiplatelet minimal karena tidak mempengaruhi jalur TXA2. Karena proteksi gastrointestinal dimediasi oleh prostaglandin yang terbentuk melalui enzim COX-1, inhibitor COX-2 dibuat dengan tujuan untuk menurunkan komplikasi gastrointestinal (GI).
AINS dihubungkan dengan kejadian sakit berbagai sistem organ : GI, kardiovaskular, hepatik, ginjal, hematologi, saraf pusat, dan pernafasan. Juga pertimbangan khusus pada anak-anak dan wanita hamil atau menyusui. Efek samping dari AINS dapat terjadi beberapa saat setelah mengkonsumsinya; beberapa evidence juga mendukung adanya peningkatan insiden efek samping dengan peningkatan durasi dan dosis dari AINS seletif dan nonselektif. Penelitian tidak menampilkan apakah strategi yang bertujuan menurunkan risiko seperti dosis intermiten atau drug holiday efektif menurunkan risiko efek samping. Bagaimanapun ketika meresepkan AINS, dokter sebaiknya memberi perhatian berdasarkan risiko pasien.
Lebih Lanjut Baca :
(Am Fam Physician. 2009;80(12):1371-1378. Copyright © 2009 American
Academy of Family Physicians.)









